Program digitalisasi pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membawa satu pertanyaan praktis yang ramai dicari oleh operator sekolah di seluruh Indonesia, bagaimana cara konfirmasi IFP di Dapodik? Pertanyaan ini bukan sekadar soal biasa klik sana-klik sini, di baliknya ada proses administrasi yang menentukan apakah sekolah Anda masuk dalam daftar penerima perangkat IFP Dapodik atau tidak.
Artikel ini memandu Anda dari awal termasuk apa yang dimaksud dengan IFP Dapodik, mengapa konfirmasi ini penting, dan bagaimana langkah-langkahnya untuk konfirmasi di Dapodik secara detail.
Apa Itu IFP Dapodik?
IFP Dapodik merujuk pada program distribusi Interactive Flat Panel, layar sentuh interaktif berukuran besar yang disalurkan pemerintah kepada satuan pendidikan sebagai bagian dari agenda percepatan digitalisasi pembelajaran. Program ini berpijak pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan, yang di dalamnya mencakup digitalisasi pembelajaran sebagai salah satu prioritas utama.
Dalam praktiknya, Dapodik (Data Pokok Pendidikan) menjadi pintu masuk utama bagi setiap sekolah yang ingin menyatakan kesediaan menerima perangkat ini. Sebelum perangkat didistribusikan, satuan pendidikan diminta untuk segera melakukan konfirmasi kesediaan melalui aplikasi Dapodik agar penyaluran IFP Dapodik dilakukan secara tepat sasaran. Jadi, konfirmasi di Dapodik bukan formalitas, ini adalah syarat yang menentukan apakah nama sekolah Anda masuk dalam antrian pengiriman atau tidak.
Mengapa Konfirmasi IFP di Dapodik Itu Penting?
Ada dua alasan utama mengapa langkah konfirmasi ini tidak boleh dilewatkan:
- Pertama, menentukan kelayakan penerima. Konfirmasi kesediaan menerima IFP Dapodik memastikan perangkat didistribusikan hanya kepada sekolah yang benar-benar siap dan membutuhkan, sehingga menghindari pemborosan anggaran dan penumpukan perangkat di tempat yang tidak siap menggunakannya.
- Kedua, menyatakan kesiapan infrastruktur. Dengan memilih “Ya”, sekolah menyatakan telah memiliki atau akan menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti ruangan yang memadai, listrik yang stabil, dan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan perangkat.
Sebaliknya, bagi sekolah yang belum melakukan konfirmasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mengecek dan memastikan bahwa mereka telah mencentang persetujuan untuk menerima IFP Dapodik, setelah itu, proses pengiriman perangkat akan segera dilakukan.
Cara Konfirmasi IFP di Dapodik
Cara konfirmasi IFP di Dapodik dilakukan melalui dua jalur yang perlu diselesaikan secara berurutan, yaitu pembaruan aplikasi terlebih dahulu, baru kemudian konfirmasi kesediaan.
1. Perbarui Aplikasi Dapodik
Sebelum bisa melakukan konfirmasi, pastikan aplikasi Dapodik yang digunakan sudah diperbarui ke versi paling terbaru. Langkah pembaruannya adalah:
- Buka aplikasi Dapodik
- Klik bagian [Pengaturan]
- Pilih [Cek Pembaruan]
- Lalu klik [Lanjutkan] dan tunggu hingga proses selesai
Jangan lewati langkah ini, fitur konfirmasi hanya muncul di versi yang sudah diperbarui. Jika aplikasi belum diperbarui, menu konfirmasi tidak akan terlihat di beranda.
2. Login sebagai Operator Sekolah
Buka aplikasi Dapodik di laptop atau komputer, login dengan username dan password, lalu pilih role operator sekolah. Pastikan login menggunakan akun yang memiliki hak akses sebagai operator sekolah, bukan akun lain.
3. Temukan Menu Konfirmasi Digitalisasi Pendidikan
Setelah masuk, lihat di menu beranda, akan muncul tulisan “Konfirmasi Digitalisasi Pendidikan“. Klik tulisan tersebut untuk memulai proses konfirmasi.
4. Berikan Jawaban Konfirmasi
Selanjutnya akan muncul notifikasi berupa pertanyaan: “Apakah satuan pendidikan Anda bersedia menerima Interaktif Flat Panel (IFP) dalam rangka program digitalisasi pendidikan?” Jika bersedia, klik “YA” kemudian klik Simpan. Jika menolak, klik “TIDAK” dan ketikkan alasan penolakan.
5. Simpan dan Sinkronisasi
Setelah konfirmasi disimpan, lakukan sinkronisasi data Dapodik agar jawaban konfirmasi terkirim ke server pusat Kemdikdasmen. Sinkronisasi adalah langkah yang sering terlewat, konfirmasi yang belum disinkronisasi dianggap belum masuk oleh sistem.
Proses Penerimaan IFP di Sekolah
Konfirmasi di Dapodik baru langkah pertama. Setelah perangkat tiba di sekolah, ada serangkaian prosedur penerimaan yang perlu diikuti:
Saat barang bantuan digitalisasi datang, lakukan verifikasi dokumen seperti surat jalan, bawa alat bantuan ke ruang kelas yang akan dipasangi, dan siapkan alat foto dan video untuk dokumentasi. Buka box perangkat ketika teknisi pemasangan datang, tim teknisi akan melakukan pengecekan kelengkapan barang, perakitan, dan uji fungsi alat. Penyedia juga memberi panduan petunjuk penggunaan hingga metode perawatan.
Setelah semua selesai, kepala sekolah dan penyedia menandatangani BAPP (Berita Acara Pemeriksaan Penerimaan). BAPP beserta dokumen pendukung seperti foto uji fungsi dan foto perakitan diunggah ke aplikasi pelaporan penerimaan sesuai jenjang pendidikan. Simpan dokumen fisik BAPP di arsip sekolah dan simpan juga versi scan digitalnya.
Kenapa Belum Menerima IFP Padahal Sudah Konfirmasi?
Ada kondisi di mana sekolah sudah melakukan konfirmasi tapi IFP belum kunjung datang. Kendala utama bagi sebagian sekolah yang belum menerima IFP terletak pada administrasi yang belum terselesaikan, bagi sekolah yang belum melakukan konfirmasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mengecek dan memastikan bahwa mereka telah mencentang persetujuan di Dapodik.
Selain itu, jadwal pengiriman bergantung pada lokasi dan ketersediaan unit dari penyedia. Pengiriman berlangsung setiap hari pada pukul 08.00–17.00 WIB. Jika sudah lama menunggu, coba hubungi Helpdesk Pauddasmen atau dinas pendidikan setempat untuk mengecek status pengiriman.
IFP Dapodik vs Membeli Sendiri
Program bantuan IFP dari pemerintah memang sangat membantu, tapi kapasitasnya terbatas dan tidak semua sekolah masuk dalam gelombang distribusi yang sama. Ada beberapa kondisi di mana sekolah atau lembaga pendidikan perlu mempertimbangkan pembelian unit secara mandiri:
- Sekolah swasta yang tidak masuk dalam kriteria penerima bantuan pemerintah
- Sekolah negeri yang sudah menerima satu unit tapi membutuhkan lebih dari satu ruang kelas yang dilengkapi IFP
- Lembaga pendidikan non-formal, kursus, atau bimbingan belajar yang membutuhkan layar interaktif
- Instansi pemerintah dan korporat yang membutuhkan IFP untuk ruang rapat atau ruang pelatihan
- Di sinilah pembelian unit mandiri menjadi relevan, dengan spesifikasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, ukuran ruangan, dan anggaran yang tersedia.
Kami Menyediakan IFP Berbagai Ukuran
Jika sekolah atau lembaga Anda membutuhkan unit IFP di luar jalur bantuan pemerintah, kami siap membantu. Kami menyediakan Interactive Flat Panel berbagai ukuran, mulai dari 65 inch, 75 inch, 86 inch, hingga 98 inch dengan pilihan spesifikasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan ruangan dan anggaran.
Tersedia unit bersertifikat TKDN untuk kebutuhan pengadaan pemerintah, BUMN, dan lembaga pendidikan negeri, lengkap dengan dokumen yang dibutuhkan untuk proses pengadaan resmi. Juga tersedia varian Non-TKDN untuk kebutuhan swasta dengan pilihan teknologi yang lebih beragam. Lihat spesifikasi lengkap, pilihan ukuran, dan informasi harga di halaman produk Interactive Flat Panel kami.












